Tips Jualan Online di Marketplace dari Founder 101Red.com, Christina Lie

Bagaimana menghindari kesalahan pemula ketika mulai berjualan di Marketplace Tokopedia, BukaLapak, Shopee dan lain sebagainya
Ilustrasi Online Marketplace

Menjual produk di era digital kini jauh lebih mudah dengan hadirnya berbagai macam marketplace. Tokopedia, BukaLapak, Shopee dan Jualo hanya sedikit dari banyak nama yang menyediakan ruang fleksibel bagi penjual untuk mulai menjajakan produknya secara online.

Anda tentu sudah banyak dicekoki petuah panjang lebar tentang keuntungan menjual produk secara online, tapi untuk memulai bertarung di marketplace, Anda butuh lebih dari iming-iming benefit. Pasalnya, Anda bukan satu-satunya orang yang mencari peruntungan di sana, tapi ada ribuan penjual yang menebar jaring di kanal yang sama. Nah, Founder 101Red.com Christina Lie punya beberapa tips yang bisa jadi bekal Anda untuk bertarung di marketplace yang makin kompetitif.

Persiapan

Ketika pertama kali memasuki marketplace, Christina Lie memberikan beberapa catatan yang harus dibenahi oleh seorang penjual pemula terutama mereka yang sudah memiliki produk sendiri.

  1. Bagaimana flow system proses pesanan customer
  2. Konsep tokonya itu sendiri
  3. Mindset membenahi atau mendandani toko

Ketika hal ini sudah dirancang dengan baik, maka saat itulah seorang penjual dinyatakan siap untuk mulai menjajakan produknya ke marketplace.

Meningkatkan Penjualan Lapak

Setelah tahapan persiapan tuntas, kini saatnya memajang produk di marketplace, di mana tugas sebenarnya seorang penjual dimulai. Promosi tentu langkah wajib yang mesti dirancang dengan matang untuk memperoleh target penjualan. Tapi itu saja tidak cukup. Yang tak kalah penting adalah mempersiapkan sisi branding dan presensi toko itu sendiri.

Christina Lie menyoroti dua hal paling penting untuk meningkatkan penjualan lapak.

Menggunakan judul yang panjang, relevan dan umum

Menurutnya, hal ini penting untuk memudahkan customer mencari produk yang sedang diinginkan dan ini juga nantinya akan berdampak pada promo iklan di marketplace itu sendiri.

Membuat brand image toko kita sendiri melalui gambar produk

  • Ini bisa mulai dari logo toko dan banner toko yang disematkan di foto produk.
  • Bisa juga menggunakan template gambar pada produk kita sendiri. Bisa mulai dari logo atau watermark toko kita sendiri atau bisa juga menggunakan frame toko agar terlihat rapih ketika ada customer yang datang mengunjungi toko.
  • Jika bisa pengiriman same day, masukkan juga di foto, dan tulisan original atau verified pun juga sangat berpengaruh terhadap trust orang untuk memilih produk kalian.
  • Fotonya bisa diambil dari kompetitor atau bisa juga lewat Google.

Perlukah Membuat Toko Online?

Dalam konteks marketplace, penggunaan website tidak terlalu penting, sebab customer yang ingin berbelanja lewat marketplace mereka pastinya langsung berbelanja di situ tanpa harus bertanya atau mencari website kita. Tapi ke depannya ketika bisnis mulai betumbuh, kita tetap perlu membuat toko online sendiri demi menaikkan branding dan trust terhadap toko.

Tips Mengatasi Perang Harga

Salah satu fenomena yang juga disorot adalah adanya praktik perang harga yang terjadi antar penjual. Hal ini terjadi hampir di semua marketplace lokal, dan tak jarang pemain besarlah yang diuntungkan karena menang dalam hal selisih modal dan juga persediaan.

Untuk mengatasi tantangan ini, Christina Lie punya ramuan yang bisa diadopsi pemula.

Perang harga tidak dapat dihindari jika dari produsen tidak mengatur kebijakan harga jual dan tidak tegas menindak reseller mereka yang menjual di bawah harga yang ditentukan.

Namun jika yang dijual adalah produk import yang bukan dikelola oleh authorized distributornya di sini, memang  jelas kita harus tetap bersaing dengan kompetitor. Cara terbaik untuk tetap bisa bersaing yaitu bermain rating karena rating penting sekali di dalam marketplace. Setelah itu adalah jumlah penjualan dan ulasan dari produk tersebut juga sangat berpengaruh.

Untuk mengikuti arus, Christina lebih setuju jika awal-awal bisa dicoba dengan menyamakan harga dengan harga terendah. Lalu perlahan mulai bermain di fasilitas iklan yang ada di marketplace tersebut.

Pastikan juga selalu melakukan follow-up ke para pembeli yang sudah menerima produk kita agar menulis ulasan terhadap produk yang dibeli. Bisa diawali dengan obrolan santai, misalnya “Halo kak, bagaimana dengan produknya apakah ada keluhan?” Jika tidak ada keluhan boleh minta bintang 5-nya ya kak, nanti untuk pembelian selanjutnya kakak saya cashback 5%.” Ulasan sangat penting nilainya bagi sebuah toko, karena dengan itu orang lain yang belum pernah belanja akan menilai seberapa baik produk dan layanan yang diberikan.

Konsistensi

Harus konsisten. Tetap semangat, tetap optimis dan tetap fokus, tegas Christina dalam jawaban yang beliau kirimkan kepada redaksi. Ini menjadi pesan terpenting untuk penjual terutama yang berstatus pemula.

Jualan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu kita upload produk tidak akan langsung ada yang beli dan begitu seandainya sudah spent iklan belum tentu juga akan ada yang langsung beli.

Intinya sabar jualan di marketplace karena di sana sudah terlalu banyak penjualnya dan juga sudah banyak pemain lama yang lebih berpengalaman.

Tapi kans selalu terbuka, perbanyaklah produk yang dijual selama masih memiliki target market yang sama, pastikan produk yang didapatkan sudah harga yang terendah di pasaran. Supaya punya peluang saat harus perang harga.

Dan untuk yang bermain dropship, jauh lebih bagus lagi jika sudah membeli dulu satu buah produk tersebut untuk mengetahui kualitasnya, Kemudian difoto ulang sehingga tampilannya berbeda daripada foto-foto produk sejenis yang dipajang oleh pesaing.

Masih untuk dropshipper, dalam mencari produk yang ingin dijual pun, pastikan ketika riset, cek konversi dari produk tersebut, mulailah dengan berjualan produk yang memiliki konversi penjualan minimal 10%, di mana berarti dari 100 orang yang melihat produk tersebut, terjadi 10 penjualan.  Dan cek juga ulasan dari toko tersebut.

Selebihnya Christina Lie menyarankan untuk rajin upload produk setiap hari. Ini jadi masalah bagi penjual yang produknya sedikit. Solusinya, bisa saja kalian menghapus produk-produk sebelumnya yang sama sekali belum ada pembelian atau ulasan. Lalu di-upload ulang.

Update stock pun juga sangat penting, salah satu tool untuk melakukan pengecekan stock supplier dan auto chat ke customer yang belum bayar setiap harinya, bisa cek di www.digitalclassmarketer.web.id.

“Sementara alat bantu riset produk untuk marketplace yang Saya sarankan buat yang ingin serius berjualan di MP, bisa cek di www.risetic.id/daftar, karena tool ini bisa membantu Anda melihat data penjualan produk terlaris dari tiap toko dalam kurun waktu 3 hari terakhir, dan sangat user friendly karena bisa juga diakses dari smartphone.”

Tapi yang terpenting dari semua saran adalah, take action now!

Narasumber adalah CEO/Founder 101Red.com dengan akun Facebook: facebook.com/chistinalie.

Sumber gambar header Alocentral.

Mobile
oleh Bambang Winarso
Placement Ads
Artikel Terbaru