Sejarah dan Perkembangan Teknologi Jaringan 5G

Sejarah dan Perkembangan Teknologi Jaringan 5G

Resmi diluncurkan secara terbatas pada Kamis, 27 Mei 2021, jaringan 5G kini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna smartphone.

5G atau Fifth Generation (generasi kelima) adalah sebuah sebutan ataupun istilah yang digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. 5G menjadi generasi ke-5 jaringan seluler setelah 1G, 2G, 3G, dan juga 4G.

Jaringan ini dirancang dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kecepatan  data puncak multi-Gbps yang lebih tinggi, latensi yang sangat rendah, keandalan yang lebih tinggi, kapasitas jaringan yang masif, ketersediaan yang ditingkatkan, dan pengalaman pengguna yang lebih seragam kepada lebih banyak pengguna.

Sejarah Perkembangan Generasi Jaringan

1G (First Generation)

Jaringan 1G pertama kali diperkenalkan oleh Nippon Telegraph and Telephone pada tahun 1979 kepada warga Tokyo. Kemudian di tahun 1984, jaringan 1G ini mulai mencakup seluruh wilayah Jepang, sehingga menjadikan Jeapang sebagai negara pertama yang memiliki layanan 1G secara nasional.

Di Indonesia, teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984. Saat itu, PT Telkom bersama PT Rajasa Hazanah Perkasa menyelenggarakan layanan komunikasi seluler dengan menggunakan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dengan menggunakan frekuensi 450 MHz.

Kendati menjadi teknologi jaringan pertama pada saat itu, 1G belum mendapat tempat dihati banyak masyarakat. Kala itu, jaringan ini dinilai memiliki banyak kekurangan, seperti kualitas suara yang tidak begitu bagus, tidak memiliki dukungan roaming, serta keamanan yang tidak terjamin karena tidak adanya enkripsi.

Selain itu, kecepatan unduh yang ditawarkan juga sangat lambat dan hanya mencapai sekitar 2,4 Kbps. Saat itu, Motorola tercatat sebagai vendor pertama yang merilis ponsel 1G yang tersedia secara komersial pada tahun 1983. Ponsel tersebut bernama DynaTAC.

2G (Second Generation)

Memasuki tahun 1990-an, jaringan 2G mulai hadir di dunia. Jaringan ini hadir seturut dengan diluncurkannya Global System for Mobile Communications (GSM) di Finlandia pada 1991. Berkat hadirnya jaringan ini, untuk pertama kalinya, pengguna seluler tidak hanya dapat menelepon namun  dapat juga mengirim pesan teks (SMS) ke sesama. Kala itu, pesan multimedia (MMS) juga hadir sebagai bentuk komunikasi baru.

Teknologi jaringan ini kemudian mengalami perubahan selama beberapa waktu menjadi 2,5G atau yang dikenal dengan istilah General Packet Radio Service (GPRS), serta 2,75G atau EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution), di mana kecepatan maksimal mencapai 473 Kbps.

Di Indonesia sendiri, jaringan ini diperkirakan hadir pada tahun 1993 seiring dengan ditandainya proyek percontohan seluler digital dengan standar GSM oleh Telkomsel yang kala itu bernama Telkomsel GSM, di Pulau Batam. Pada tahun 1994, PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) menjadi operator GSM pertama yang menggunakan kartu SIM yang kemudian disusul oleh Telkomsel pada 1995, dan PT Excelcomindo Pratama di tahun 1996.

3G (Third Generation)

Di tahun 2001, NTT DoCoMo menjadi operator pertama yang meluncurkan teknologi jaringan 3G. Teknologi jaringan ini berfokus pada pada standarisasi protokol jaringan vendor. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yaitu 2G, 3G mempu memberikan pengalaman streaming video dan juga panggilan video yang baik.

Selain itu, email juga pada saat itu menjadi bentuk komunikasi standar lainnya yang dapat digunakan melalui perangkat seluler. Hal ini dikarenakan 3G mempunyai kemampuan transfer data hingga 4 kali lipat yang mencapai rata-rata 2 Mbps.

Teknologi jaringan 3G pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2005. Berselang 1 tahun kemudian, Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 3G secara komersial. Munculnya teknologi jaringan 3G juga menjadi pemicu era kelahiran smartphone kala itu. Terdapat 2 nama besar yang melahirkan ponsel revolusioner kala itu, yakni Blackberry dan Apple.

4G (Fourth Generation)

Menjelang akhir tahun 2009, untuk pertama kalinya istilah 4G diperkenalkan untuk penggunaan komersial di Stockholm, Swedia dan Oslo, Norwegia. Dengan kecepatan minimal 12,5 Mbps, jaringan ini menyuguhkan streaming atau obrolan video berkualitas tinggi, akses web seluler cepat, video berkualitas HD, serta game online.

Hal ini membuat 4G dianggap mampu membawa perluasan kapasitas jaringan seluler untuk internet lebih cepat atau broadband.

Pada perkembangannya, jaringan ini terus mengalami pembaruan, pembaruan pertama yang dibuat adalah 4G LTE (Long Term Evolution). 4G LTE hadir sebagai hasil dari penyederhanaan arsitektur serta desain ulang lengkap dari jaringan 3G. Karena memiliki kecepatan minimum 100 Mbps, jaringan ini mampu menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam latensi transfer dan dapat meningkatkan efisiensi serta kecepatan pada jaringan.

Setelah pembaruan tersebut, 4G LTE kembali mengalami pembaruan dengan memunculkan 4G LTE Advanced atau yang lebih dikenal dengan istilah 4G+. Dapat menembus hingga kecepatan 1Gbps, membuat jaringan ini menjadi lebih cepat, lebih stabil, dan memiliki ketersediaan bandwidth yang lebih tinggi daripada LTE biasa.

Teknologi 4G LTE baru diluncurkan secara komersial di Indonesia pada akhir tahun 2014. Kala itu, Telkomsel menjadi operator seluler pertama yang mengaplikasikan jaringan mobile 4G LTE di Indonesia. Namun, untuk teknologi 4G LTE Advanced, Smartfren menjadi operator pertama yang menjalankannya.

5G (Fifth Generation)

Dikutip dari laman Detik.com,  Korea Selatan menjadi negara pertama yang menawarkan teknologi jaringan 5G pada Maret 2019 silam. Jaringan ini diluncurkan oleh KT, LG Uplus, dan SK Telecom. Teknologi jaringan ini hadir untuk memberikan kecepatan data sebesar 10 hingga 100 kali lebih cepat dari jaringan 4G yang umumnya masih kita gunakan pada saat ini.

Di Indonesia, Telkomsel menjadi operator seluler pertama yang menyediakan layanan jaringan 5G.  Melalui acara berjudul “Unlock the Future” yang digelar di Telkomsel Smart Office, Telkom Hub, Jakarta. Telkomsel secara resmi memperkenalkan jaringan 5G pada Kamis,  27 Mei 2021. Peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate.

Kendati sudah resmi diumumkan, tidak semua wilayah di Indonesia dapat menggunakan layanan jaringan ini. Baru baru beberapa kota di wilayah Jabodetabek saja yang dapat menikmati sinyal 5G Telkomsel, yakni Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, Pondok Indah dan Widya Chandra, di Jakarta Selatan, Serta Bumi Serpong Damai dan dan Alam Sutera di Tangerang Selatan.

Mengutip laman Kompas.com , selain ke-6 wilayah tadi, jaringan 5G Telkomsel juga bisa diakses di Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Jawa Barat, dan Telkomsel Smart Office, Jakarta.

Kelebihan 5G 

Koneksi Internet Lebih Cepat

Menurut sejumlah data yang beredar, kecepatan jaringan 5G mengalami peningkatan hingga 100x dibandingkan dengan jaringan 4G, yaitu hingga 10Gbps. Dengan peningkatan kecepatan ini, Anda dapat mengunduh film berdurasi dua jam hanya dalam waktu kurang dari 10 detik saja.

Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar jaringan 5G dibangun di atas gelombang udara frekuensi super tinggi, yang juga dikenal sebagai spektrum pita tinggi.

Peningkatan Kapasitas

Terlalu banyak perangkat yang mencoba menggunakan jaringan di satu tempat membuat jaringan internet yang kita gunakan menjadi lambat. Infrastruktur jaringan tidak dapat mengatasi sejumlah besar perangkat yang menyebabkan kecepatan data lebih lambat dan waktu jeda yang lebih lama untuk pengunduhan.

Namun, dengan hadirnya teknologi jaringan 5G, diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Jaringan teknologi 5G diharapkan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar daripada 4G.

Latensi Lebih Rendah

Latensi merupakan jeda waktu yang dibutuhkan dalam penghantaran data dari pengirim ke penerima atau perangkat.Semakin tinggi jeda waktu maka semakin lambat respons yang diberikan penerima atas perintah yang dikirim.

Jaringan 5G dikatakan memiliki latensi atau waktu akses layanan data yang 10 kali lebih rendah daripada 4G, yakni 1ms. Bagi banyak sektor pekerjaan, bisnis dan juga para gamer, teknologi jaringan ini akan berguna bagi mereka untuk menikmati kecepatan tinggi dan kelambatan minimal sempurna untuk aplikasi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) dengan koneksi yang mulus.

Manfaat Jaringan 5G di Indonesia

  • Jaringan 5G dapat membantu perencanaan tata kota dengan teknologi mixed reality.
  • Koneksi 5G memungkinkan pengguna mengunduh dan mengunggah video dengan kecepatan tinggi serta memaksimalkan panggilan video.
  • Memungkinkan pengguna mendapat sajian konten video hingga resolusi 4K tanpa terganggu.
  • Memungkikan para gamers untuk mengirimkan input kendali ke server, yang kemudian memproses aksinya, melakukan render, dan kemudian mengirimkan hasilnya berupa sebuah stream tampilan yang sudah dikompres untuk kembali ke perangkat kita menggunakan Cloud Gaming.
  • Lantaran jangkauan 5G lebih luas dari WiFi,  pelaku bisnis bisa memanfaatkan koneksi ini dalam memonitor mobilisasi barang di pergudangan atau pabrik.
  • Melalui jaringan 5G, dapat mempercepat pemindaian objek seperti plat nomor kendaraan di jalan atau pengenalan wajah dengan kualitas gambar HD.
  • Dapat mengendalikan drone yang bermanfaat di berbagai sektor pekerjaan, seperti pertanian, pemetaan, hingga militer.

Untuk dapat mengaktivasi jaringan 5G, Anda dapat membacanya pada artikel berikut ini : Cara Aktivasi Jaringan 5G Telkomsel.

Referensi:

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *