Apa itu Signal, Rival WhatsApp yang Disebut Paling Aman

Apa itu Signal, Rival WhatsApp yang Disebut Paling Aman

Aplikasi Signal menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat belakangan menyusul dirilisnya kebijakan baru WhatsApp yang dianggap tidak bersahabat bagi mereka yang peduli dengan privasi. Sehingga kemudian memunculkan beberapa nama sebagai alternatif WhatsApp, Signal salah satunya.

Menghangatnya pembahasan mengenai Signal juga disebabkan oleh status Twitter Elon Musk yang menyebutkan nama Signal sebagai alternatif pilihannya.

Jadi, apa itu Signal sebenarnya?

Signal adalah layanan pesan singkat yang berfokus pada keamanan. Data-data di dalamnya terenkripsi dan mendukung lintas platform. Signal dikembangkan oleh Signal Foundation yang tak lain merupakan lembaga yang didirikan oleh pembuat WhatsApp, Brian Acton pada tahun 2018 lalu.

Jadi, tak heran jika fitur dan cara kerja aplikasi Signal hampir sama dengan WhatsApp. Sama-sama menggunakan nomor ponsel, mendukung beberapa fitur standar seperti pengiriman pesan, video, gif, grup, panggilan suara dan video, serta memiliki fitur penarik pesan.

Bedanya, Signal jauh lebih unggul dibandingkan banyak aplikasi serupa lain karena aplikasi ini diklaim tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Kebijakan ini dikedepankan karena basis dari Signal Foundation sendiri adalah swadaya di mana pengguna umum, misalnya saya dan Anda bisa menjadi donatur untuk pengembangan di masa depan.

Sejarah Signal

Signal sejatinya adalah perkawinan dari dua aplikasi bernama Redphone dan program SMS terenkripsi, TextSecure. Kedua aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 oleh Whisper Systems. Setahun kemudian, aplikasi RedPhone ditutup.

Tiga kemudian, tepatnya bulan Februari 2014, versi kedua dari TextSecure dirilis. Ini adalah cikal bakal dari Signal Protocol yang menjadi tulang punggung Signal di masa sekarang. Generasi terbaru ini mendukung fitur percakapan grup yang terenkripsi.

Baru kemudian di bulan November 2015 TextSecure dan RedPhone dikawinkan menjadi aplkasi Signal for Android disusul oleh Signal Desktop. Aplikasi klien yang memungkinkan pengguna menghubungkan PC ke smartphone.

Sepak terjang Signal semakin masif. Di tahun 2018, pendiri Whisper System dan Brian Acton mengumumkan sebuah organisasi bernama Signal Foundation yang salah satu misinya adalah memperluas akses komunikasi pribadi dan aman sebagaimana misi yang diusung oleh Signal.

Jadi tak heran kalau Signal terpapar pengaruh dan warna dari WhatsApp setelah kedatangan Brian Acton.

Sekarang, disebabkan oleh isu Privasi yang menerpa WhatsApp membuat Signal kembali jadi sorotan.

Menurut laporan The Verge, setelah diterpa isu tak sedap tersebut dan dipromosikan oleh Elon Musk, Signal kebanjiran pengguna baru sehingga membuat server mereka kepayahan dalam mengirimkan kode verifikasi untuk pengguna baru.

Bukan cuma Elon Musk, pada 2016 lalu, whistleblower fenomenal, Edward Snowden juga “mempromosikan” Signal.

Anda yang juga ingin beralih ke Signal, bisa mengunduh dari Play Store atau App Store.

Sumber tambahan Wikipedia

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *