Pengertian, Sejarah dan Jenis-jenis E-commerce

 Pengertian, Sejarah dan Jenis-jenis E-commerce

Rasanya bukan hal aneh lagi jika seseorang kedapatan membeli barang secara online. Perkembangan teknologi internet yang tak terbendung memberikan kemudahan bagi segala jenis aspek kehidupan, salah satunya kemudahan berbisnis melalui sarana internet atau yang kita kenal dengan istilah E-commerce.

Apa itu E-commerce?

E-commerce yang dalam bahasa Indonesia berarti perdagangan elektronik merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, serta pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, dan jaringan komputer lainnya.

Dalam penggunaanya, E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Secara umum, E-Commerce dapat diartikan sebagai transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet.

E-commerce merupakan bagian dari E-business, yang mana cakupan E-business lebih luas daripada E-commerce tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain sebagainya.

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, E-commerce menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan untuk menghasilkan profit yang cukup besar. Perkembangan teknologi informasi terutama internet menjadi salah satu faktor pendorong perkembangan E-commerce. Hingga saat ini,  internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan E-commerce, sehingga E-commerce pun menjadi identik dalam menjalankan bisnis di internet.

Sejarah E-commerce

E-commerce atau perdagangan elektronik sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1970-an bersamaan dengan hadirnya inovasi semacam sistem Transfer Dana Elektronik (EFT). Kala itu,  penerapan sistem tersebut masih sangat terbatas pada perusahaan berskala besar, lembaga keuangan pemerintah, dan beberapa perusahaan menengah kebawah. Namun, sistem ini terus berkembang hingga muncullah yang suatu sistem lain yang dinamakan EDI (Electronic Data Interchange).

Pada awal tahun 1990-an , internet sudah mulai dikomersilkan, perdagangan elektronik pun semakin membesar, sehingga memunculkan suatu istilah yang dikenal dengan electronic commerce. Di Indonesia, e-commerce pun mulai berkembang pesat.

Riset center E-Commerce di Texas University menganalisa 2000 perusahaan yang online di internet, sektor yang tumbuh paling cepat adalah e-Commerce, pertumbuhan ini naik hingga 72% dari $99,8 Milyar menjadi $171,5 Milyar. Bahkan, di tahun 2006 pendapatan di Internet telah mencapai angka triliunan dollar.

Sampai saat ini, E-commerce sudah berkembang dan memiliki jenis yang cukup banyak hingga mempunyai berbagai model bisnis dan beragam barang atau jasa yang ditawarkan.

Perkembangan E-commerce di Indonesia

Di Indonesia sendiri, pertumbuhan industri E-commerce menjadi salah satu industri yang mengalami perkembangan sangat pesat. Terlebih lagi, akibat adanya pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat secara mau tidak mau mengandalkan platform belanja digital atau E-commerce ini sebagai media untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Pada akhir tahun 2015, nilai bisnis E-commerce di Indonesia diprediksi sekitar USD 18 miliar. Berdasarkan laporan e-Conomy 2020 yang dikutip dari DailySocial, pada tahun tersebut konsumer mayoritas membeli produk elektronik melalui platform e-commerce dengan total share sebanyak 41%.

Kemudian pada tahun 2018, perkembangan e-commerce Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 78%. Dari lesatan angka pertumbuhan itu, sekitar 17% merupakan hasil transaksi dari booking tiket pesawat serta kamar hotel. Tidak hanya itu, pembelian sandang, yaitu pakaian dan alas kaki, menyumbang hampir 12%, dan pembelian kosmetik serta produk kesehatan sekitar 10% dari total pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia tersebut.

Dengan adanya penerapan lockdown dan pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, kategori food and groceries juga meningkat hingga mencapai 175% pada tahun 2020 dan terus diprediksikan akan mengambil bagian hingga 15% pada tahun 2025 dari total seluruh kategori produk yang dibeli di e-commerce.

Dengan adanya perkembangan GMV hingga 54% sejak 2019, e-commerce memiliki banyak potensi untuk terus mengakuisisi konsumer di Indonesia dan e-commerce diprediksikan akan terus memimpin ekonomi di Indonesia.

Jenis- jenis E-commerce :

  1. Business to Business (B2B) 

Business to Business merupakan jenis E-commerce yang melibatkan dua atau lebih perusahaan dalam melakukan proses jual beli produk atau jasa yang dilakukan secara elektronis. Dalam hal ini, suatu perusahaan dapat bertindak sebagai penjual ataupun pembeli.

bisnis ecommerce bb

Biasanya transaksi ini dilakukan karena mereka telah saling mengetahui satu sama lain dan transaksi jual beli tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama antara perusahaan itu, contohnya adalah transaksi antara produsen dan juga supplier.

  1. Business to Consumer (B2C) 

Jenis E-commerce yang satu ini merupakan jenis yang paling umum dan paling dikenal oleh masyarakat. Jika dalam jenis B2B terjadi proses jual beli produk atau jasa sesama perusahaan atau pelaku bisnis, jenis ini justru terjadi antara produsen barang atau jasa dengan konsumen yang menggunakan barang ataupun jasa dari tempat mereka membeli.

Kemudian pada jenis E-commerce ini, biasanya produk yang ditawarkan sudah dalam bentuk eceran. Selain itu, B2C dianggap lebih mudah dan dinamis sehingga mampu berkembang dengan sangat cepat. Hal ini tentu menyebabkan  persaingan di dalam bisnis e-commerce jenis ini sangat ketat dan cenderung tidak merata.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan toko ritel biasa, B2C memberikan informasi yang lebih banyak, harga yang lebih murah, serta proses jual beli dan pengiriman yang cepat kepada konsumen. Contoh paling terkenal dari situs-situs ini adalah Amazon, yang mendominasi pasar B2C.

  1. Consumer to Consumer (C2C)

Selain jenis B2C, C2C juga merupakan jenis E-commerce yang cukup populer dikalangan masyarakat. Pernahkah Anda berbelanja di Shopee, Tokopedia, atau Lazada? Jika pernah, maka sesungguhnya Anda sudah pernah menikmati jenis layanan C2C ini.

C2C merupakan jenis E-commerce yang kegiatan transaksi barang atau jasanya dilakukan dari konsumen kepada konsumen. Jenis ini kemudian terdiri dari 2 model yaitu classified dan juga marketplace. Model classified  memberikan kebebasan terhadap penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara langsung.

Sedangkan model marketplace  konsumen bertindak sebagai penyedia barang dan jasa membutuhkan sebuah platform sebagai wadah transaksi.

  1. Consumer to Business (C2B)

Jenis E-commerce C2B merupakan jenis transaksi jual beli produk atau jasa yang dilakukan oleh konsumen terhadap produsen yang menyediakan produk.

apa itu ecommerce cb

Dalam jenis ini individu menawarkan produk atau jasa terhadap perusahaan yang membutuhkan dan siap untuk membelinya. Salah satu contoh situs E-commerce pengadopsi jenis C2B yang populer adalah freelancer.com.

  1. Business to Administration (B2A)

Jenis E-commerce yang ke-5 adalah B2A. Jenis ini mengacu pada transaksi jual beli barang atau jasa yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik atau badan pemerintah.Layanan jenis B2A ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena investasi telah dilakukan dalam kapabilitas e-government.

  1. Consumer to Administration (C2A)

Jika transaksi jual beli barang atau jasa B2A dilakukan antara perusahaan dan administrasi publik, jenis E-commerce satu ini dilakukan antara konsumen individu dan administrasi publik atau badan pemerintah. Sebagai contoh adalah pembayaran pajak, iuran BPJS dan lain sebagainya dari individu kepada pemerintah.

  1. Online to Offline (O2O)

E-commerce jenis ini merupakan jenis bisnis baru yang produsennya akan menggunakan dua saluran yaitu online dan juga offline. Pihak produsen nantinya akan melakukan promosi, menemukan konsumen, menarik konsumen serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap produk dan layanan melalui jaringan online yang kemudian diteruskan dengan melakukan pembelian di toko offline.

Jenis ini banyak digunakan pada sektor transportasi seperti Gojek dan Grab serta akomodasi seperti Airbnb, Airy, dan lain sebagainya.

Referensi dan gambar

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *