Sedang Ngetrend dan Banyak Dibahas, tapi Apa Sih Bitcoin itu?

Sedang Ngetrend dan Banyak Dibahas, tapi Apa Sih Bitcoin itu?

Munculnya fenomena mata uang digital yang sedang tren belakangan tahun ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya tentang apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah sebuah uang elektronik atau sistem mata uang digital cryptocurrency global dan merupakan jenis uang yang sepenuhnya virtual (tidak memiliki bentuk fisik sama sekali). Bitcoin memungkinkan Anda untuk dapat melakukan transaksi pengiriman dan penerimaan uang melalui internet.

Selain itu,  pemilik Bitcoin dapat menggunakan mata uang digital yang mereka miliki sebagai alat transaksi jual beli produk ataupun jasa.

Kendati tidak memiliki bentuk fisik dan tidak memiliki wujud di dunia nyata seperti kebanyakan uang pada umumnya, Bitcoin memiliki harga yang sangat tinggi di dunia nyata. Berdasarkan penelusuran yang kami lakukan melalui Morningstar dan Coinbase, Selasa (22/6/21) 1 keping Bitcoin kini setara dengan Rp474.069.831,30.

Perbedaan Bitcoin dengan mata uang negara adalah suplainya yang terbatas. Tidak seperti mata uang negara yang dapat terus dikeluarkan oleh bank sentral negara, Bitcoin hanya memiliki suplai total 21 juta yang dikontrol oleh algoritma yang mendasarinya.

Sejarah Bitcoin

Pada awal kemunculannya, Bitcoin belum menjadi tenar dan populer seperti sekarang ini. Awalnya, minat masyarakat dalam mengoleksi mata uang kripto pun masih sangat kecil. Namun seiring berjalannya waktu, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya mendapatkan eksposur yang lebih luas di tengah masyarakat.

Bitcoin terus mengalami pertumbuhan terlebih setelah seorang miliarder pemilik mobil listrik Tesla Inc, Elon Musk menyatakan dukungannya terhadap mata uang baru tersebut yang diunggah melalui akun Twitter miliknya. Belum lama ini,  Musk kembali membuat unggahan di akun Twitter nya yang membuat harga Bitcoin kembali melonjak.

“Telah berbicara dengan penambang bitcoin di Amerika Utara. Mereka berkomitmen untuk mempublikasikan rencana penggunaan energi terbarukan dan meminta penambang di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama. Secara potensial menjanjikan.” Kata Musk di akun Twitternya, Selasa (25/5/21)

Akibat unggahannya tersebut, harga bitcoin sempat menyentuh angka 39.500 dollar AS per keping atau sekitar Rp 564,85 juta. CEO Microstrategy Michael Saylor pun melanjutkan tweet Musk tersebut dengan mengatakan telah melakukan pertemuan dengan CEO Tesla tersebut yang mengarah pada pembentukan Bitcoin Mining Council.

Tidak diketahui tanggal pasti munculnya Bitcoin, namun sejumlah sumber menyebutkan Bitcoin pertama kali lahir dari gagasan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Satoshi Nakamoto pada bulan Januari 2009. Nama Bitcoin juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang Nakamoto rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Pada 18 Agustus 2008, sebelum Nakamoto mengunggah penelitiannya ke publik, ia mendaftarkan domain Bitcoin miliknya dengan nama bitcoin.org. Berselang 2 bulan kemudian, Nakamoto mulai menyebarkan penelitiannya di milis pegiat kriptografi metzdowd.com. Di tanggal 8 Januari 2009, software atau perangkat lunak pertama khusus Bitcoin diumumkan di milis pegiat kriptografi. Satu hari berselang, Bitcoin blok 1 mulai ditambang dan terus berlanjut hingga harganya melonjak tinggi.

Awal tahun 2010-an, Bitcoin mulai dilirik oleh banyak orang. Banyak diantara mereka yang mulai menjadi miners ( orang yang menjalankan server Bitcoin dan bertugas memverifikasi transaksi Bitcoin) untuk mendapatkan kepingan Bitcoin.

Tidak mau ketinggalan, masyarakat Indonesia satu persatu mulai menjadi miners hingga trading. CEO Indodax Indonesia, Oscar Darmawan mengatakan di awal Bitcoin masuk ke Indonesia harganya hanya Rp3 juta per keping. Kini per kepingnya bisa mencapai angka ratusan juta rupiah.

Aplikasi Bitcoin

Bagi Anda yang baru ingin mencoba untuk investasi Bitcoin, kami telah merangkum 4 aplikasi Bitcoin yang dapat Anda coba yang tentunya semua aplikasi tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappebti. Simak penjelasannya di sini!

  1. Indodax

indodax

Menjadi rekomendasi pertama, Indodax merupakan aplikasi Bitcoin pertama yang harus Anda coba. Indodax menjadi peloper dompet Bitcoin di Indonesia dengan sistem keamanan yang baik karena merupakan exchange asset kripto terbesar di Indonesia.

Baca juga: Cara Daftar Akun Indodax Lewat Aplikasi untuk Trading Bitcoin

Selain itu, Indodax juga memiliki perlindungan Autentikasi Multi-faktor dengan kombinasi verifikasi via email dan SMS dari Google Authenticator yang menjamin setiap transaksi ditandatangani serta divalidasi oleh setiap penggunanya. Dan tentunya, Indodax sudah memiliki izin sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Ketika berinvestasi di Indodax, ada banyak aset kripto yang bisa dipilih seperti BTC, ETH, SFI, ADA, COTI, RVN, UNI, dan masih banyak lagi. Indodax juga menjamin setiap transaksi jual-beli aset kripto dapat dilakukan 24/7, bahkan di hari libur.

  1. Tokocypto

tokocrypto

Tokocrypto menjadi rekomendasi aplikasi Bitcoin ke-2 yang juga patut Anda coba. Selain sudah terjamin karena telah terdaftar di Bappebti dan Kominfo, Tokocrypto juga telah disupport oleh Binance yang merupakan exchange mata uang kripto terbesar di dunia.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga menawarkan beragam fitur menarik, baik dalam bentuk fungsi perdagangan hingga program insentif bagi para nasabah. Beberapa fitur tersebut di antaranya stop limit market, pairing antara aset kripto, proses Know-Your-Customer (KYC) yang lebih praktis, biaya transaksi termurah, serta tampilan aplikasi yang lebih mudah dimengerti.

Mata uang digital yang tersedia di Tokocrypto juga cukup banyak, seperti BTC, BNB, ETH, XRP, DOT, ZIL, DOGE, dan lain sebagainya. Kemudian proses verifikasinya dapat dilakukan dengan sangat cepat dan tersedia metode top up saldo yang mudah.

  1. Rekeningku.com

rekeningkuuu

Mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2017, Rekeningku.com menyediakan aplikasi jual-beli dan investasi aset kripto untuk pengguna smartphone bersistem operasi Android dan iOS. Aplikasi ini juga menawarkan deposit rupiah secara cepat menggunakan Virtual Account, OVO, Dana, Linkaja, dan lain sebagainya.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan proses Withdraw Cryptocurrency dan Rupiah dalam waktu kurang dari 15 menit dan dapat mendukung lebih dari 120 bank di Indonesia. Rekeningku.com juga aplikasi Rekeningku.com menggunakan teknologi Cold Storage untuk menjaga keamanan akun seluruh penggunanya.

  1. Pintu

pintu

Meski tergolong baru di Indonesia, Pintu sudah berhasil membuat banyak masyarakat menggunakan aplikasi ini karena faktor keamanan aset yang 100% terjamin. Bagi Anda para pemula yang ingin mulai berinvestasi aset kripto seperti Bitcoin, maka aplikasi ini menjadi salah satu rekomendasi yang dapat Anda coba.

Meski belum memiliki jumlah aset kripto yang terlalu banyak , Pintu berusaha untuk terus menambah jumlah aset ataupun mata uang yang lain. Hingga saat ini terdapat 15 aset kripto yang dapat Anda temukan di aplikasi ini. Beberapa diantaranya BTC, ETH, USDT, BNB, COMP,  LINK, SNX, YFI), UNI, MKR, AAVE, SUSHI, GRT, REN, dan BAL.

Pintu JUGA menampilkan info harga Bitcoin harian dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Tidak hanya Bitcoin, namun juga aset crypto lainnya. Pintu menampilkan harga aset crypto dalam bentuk Rupiah, hal ini tentu dapat mempermudah Anda dalam memantau harga Bitcoin. Untuk sistem keamanan, Pintu  menggunakan teknologi CURV untuk memastikan keamanan seluruh aset crypto di wallet Anda.

Referensi tambahan

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *