Permudah Akses Pinjaman untuk UMKM di Pedesaan, Amartha Gandeng Element Inc.

Permudah Akses Pinjaman untuk UMKM di Pedesaan, Amartha Gandeng Element Inc.

Amartha, perusahaan teknologi keuangan inklusif bagi kaum hawa mengumumkan Element Inc. sebagai mitra dalam upaya mempermudah akses produk keuangan ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di pelosok.

Berdiri sejak tahun 2010, Amartha fokus memberikan akses pendanaan produktif khusus untuk perempuan yang tidak terlayani dan tidak memiliki rekening bank. Menjangkau lebih dari 19.000 desa di seluruh Indonesia, Amartha telah memberdayakan sedikitnya 900.000 wanita pengusaha kecil dengan kucuran modal hingga Rp 5 triliun.

Penunjukan Element Inc. yang memiliki teknologi selfie enrollment dan liveless check serta pemrosesan dokumen identitas e-KTP berperforma tinggi, memungkinkan Amartha untuk menawarkan akses yang lebih mudah. Tidak selesai di situ, ini juga memberikan mereka kemampuan untuk meningkatkan kecepatan layanan, validasi dokumen yang lebih aman dan percepatan pencairan pinjaman.

Dijelaskan oleh Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha dalam keterangan resminya, “Kombinasi solusi ini dapat meningkatkan akses pendanaan bagi calon pengusaha mikro dan kecil yang berkontribusi 60% terhadap GDP Indonesia,”

Mengedepankan Konsep Hybrid untuk Jangkau Pelosok Desa

Pemerataan teknologi bukan isu baru di tanah air. Guna menjawab problema klasik ini, Amartha masih mengedepankan sistem hybrid yang merupakan penggabungan antara strategi online dan offline. Di sisi online, perusahaan mengadopsi teknologi mesin pembelajar dan pengolahan data yang relevan untuk menemukan model penilaian kredit yang bisa diandalkan dan akurat.

Sedangkan di sisi offline, Amartha secara langsung masuk ke lini-lini usaha micro dengan memberdayakan agen yang bertugas terjun langsung ke lapangan ke pelosok desa, memantau dan menyediakan layanan keuangan.

Strategi ini disebut lebih efektif guna memberikan akses yang merata untuk mereka yang selama ini kurang terlayani.

“Dalam strategi offline, kami mengelola hampir 3.000 agen lapangan untuk memantau dan menyediakan layanan keuangan di desa-desa. Operasi offline menghadirkan peluang yang signifikan untuk digitalisasi di daerah pedesaan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Element ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi efisiensi dan skalabilitas produk dan operasi layanan keuangan kami bagi pelanggan kami,” imbuh Andi.

Skema Kolektif dengan Pendekatan Konvensional

Skema yang diusung Amartha dalam menyalurkan pinjaman tergolong unik. Meskipun telah bertransformasi menjadi fintech P2P lending, namun akarnya sebagai lembaga keuangan konvensional tidak dilupakan.

Amartha mendorong peminjam untuk membentuk kelompok-kelompok usaha yang terdiri dari 15-20 orang. Skema ini memungkinkan terbentuknya komitmen di antara anggota, ketika salah satu dari mereka kesulitan maka anggota yang lain berkewajiban untuk saling menutupi. Amartha masih secara konvensional terjun ke lapangan untuk memberikan pendampingan.

Informasi mengenai produk pinjaman Amartha, dapat Anda temukan di situs resminya.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *